Minggu, 30 Mei 2010

LIMBAH

A. Peranan Manusia dalam Pemeliharaan Lingkungan

Sejak lama manusia telah memanfaatkan lingkungan untuk berbagai keperluan. Akan tetapi, dalam pemanfaatannya sering kali menyebabkan lingkungan tersebut menjadi terganggu atau rusak. Kerusakkan lingkungan itu mungkin disebabkan oleh pemanfaatannya yang melebihi daya dukung atau penggunaan alat-alat yang berpotensi merusak.

Mengelola lingkungan merupakan suatu upaya terpadu dalam memanfaatkan, menata, memelihara, mengawasi, mengendalikan, memulihkan dan mengembangkan lingkungan. Pengelolaan lingkungan dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu sebagai berikut:

1. Penanggulangan secara Administrasi

Secara administrasi pemerintah dapat mengeluarkan kebijakan dengan menerbitkan peraturan dan undang-undang untuk mencegah pencemaran dan eksploitasi berlebihan terhadap sumber daya alam. Peraturan dan perundang-undangan itu diantaranya:

* pelanggaran pembuangan limbah oleh industri ke lingkungan sebelum diolah terlebih dulu untuk dinetralkan,
* cerobong asap pabrik harus dilengkapi dengan saringan udara,
* produk-produk industri harus ramah lingkungan, misalnya menghentikan kelompok gas CFC (chloro fluoro carbon) dan digantikan senyawa yang lebih ramah lingkungan,
* setiap industri harus memiliki instalasi pengolahan limbah cair sendiri,
* bagi pengembang harus melakukan studi analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) sebelum membangun pabrik,
* pembangunan pabrik atau industri harus jauh dari daerah pemukiman, dan
* menerbitkan panduan baku mutu lingkungan dan sosialisasi konsep pembangunan berkelanjutan (sustainable development).

2. Penanggulangan secara Teknologis

Beberapa industri perlu mengadakan unit pengolah limbah. Misalnya, PT.SIER (Surabaya indusrial estate rungkut) telah memiliki IPAL (instalasi pengolahan air limbah) untuk mengolah semua limbah cair yang berasal dari pabrik-pabrik di sekitarnya sebelum limbah cair tersebut di buang ke lingkungan.

Cara lain adalah membuat jalur hijau dan taman kota di daerah perkotaan atau daerah industri. Tujuannya agar CO2 yang dihasilkan dari pembakaran mesin kendaraan bermotor dan mesin pabrik serta pernapasan makhluk hidup dapat diserap oleh tumbuhan melalui proses fotosintesis. Sementara O2 yang dihasilkan oleh tumbuhan dari proses fotosintesis dapat dimanfaatkan oleh makhluk hidup. Selain itu juga untuk keindahan kota dan tempat rekreasi.

3. Penanggulangan secara Edukatif

Kegiatan yang dilakukan diantaranya adalah

a. mengadakan penyuluhan untuk meningkatkan kesadaran mereka dalam menjaga kelestarian lingkungan,

b. menanamkan sikap positif terhadap lingkungan. Misalnya, himbauan agar tidak mencemari lingkungan dengan membuang limbah di sembarangan tempat dan menyarankan penggunaan secara berulang kali terhadap benda-benda seperti kertas, plastic, dan kaleng sebelum dibuang,

c. disampaikan juga tentang segi negatif dari penggunaan pestisida sehingga masyarakat tidak mencuci peralatan penyemprot pestisida di sungai, sumur, dan parit, tidak membuang pestisida di sembarang tempat, dan menghindari penggunaan pestisida secara berlebihan,

d. usaha pengawetan tanah harus dilakukan sedini mungkin, dengan beberapa upaya sebagai berikut:

I. Menghindari terjadinya erosi

Erosi merupakan proses terkikisnya partikel tanah dan batuan menjadi partikel yang lebih kecil oleh air dan angin. Beberapa cara mencegah erosi.

v Membuat sengkedan pada tanah pertanian yang miring untuk mengurangi terhanyutnya partikel tanah oleh kecepatan aliran air.

v Melakukan reboisasi atau penghijauan pada lahan yang kritis dengan cara menanami tanah tersebut dengan tanaman tahunan, misalnya pohon sengon (Acasia auriculiformis).

II. Ada beberapa cara yang biasa dilakukan untuk mengembalikan kesuburan tanah, yaitu sebagai berikut.

v Pemupukan, yaitu memberi zat hara yang dibutuhkan oleh tanaman.

v Rotasi tanaman, yaitu menanami lahan peranian dengan jenis tanaman yang berbeda secara bergantian. Tujuannya adalah untuk mempertahankan keseimbangan unsur hara yang ada di dalam tanah karena setiap jenis tanaman memerlukan unsur hara yang tidak sama.

v Penghijauan, yaitu tindakan menanam pohon. Akar-akar pohon tersebut dapat berperan untuk menjaga tanah agar tidak mudah longsor serta menjaga tersedianya air tanah.


4. Mengatur Tata Guna Lahan dan Air

Penggunaan lahan untuk berbagai keperluan, seperti untuk pertanian, pemukiman, dan industri harus tertib penempatannya. Sebab, penggunaan yang tidak tepat dapat mengancam kelestarian sumber air yang diperlukan oleh semua makhluk hidup. Kelestarian air berhubungan erat dengan kelestarian tanah dan hutan. Kerusakan huta dapat menyebabkan menurunnya kuantitas dan kualitas air.

B. Macam-macam Limbah


1. Macam-macam Limbah yang Dapat di daur Ulang

Berikut ini adalah beberapa jenis limbah atau material yang dapt dimanfaatkan melalui daur ulang.

§ Kertas

Semua jenis kertas dapat didaur ulang, seperti kertas Koran dan kardus.

§ Gelas

Botol kecap, botol sirup dan gelas/piring pecah dapat digunakan untuk membuat botol, gelas atau piring yang baru.

§ Aluminium

Kaleng bekas makanan dan minuman dapat dimanfaatkan kembali sebagai kaleng pengemas

§ Baja

Baja sisa kontruksi bangunan akan berguna sebagai bahan baku pembuatan baja baru.

§ Plastik

Limbah plastic dapat dilarutkan dan diproses lgi menjadi bahan pembungkus (pengepakan) untuk berbagai keperluan. Misalnya, dijadikan tas, botol minyak pelumas, botol minuman, dan botol shampoo.

2. Macam-macam Limbah yang Dapat Dimafaatkan tanpa Proses Daur Ulang

Sebagian limbah ada yang dapat dimanfaatkan kembali tanpa mengalami proses daur ulang. Artinya, limbah ersebut dapa dimanfaatkan secara langsung, yaitu sebagai berikut:

§ Ampas tahu

Ampas tahu dapat dijadikan sebagai bahan makanan ternak. Limbah tersebut biasanya mengandung gizi tinggi yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan hewan ternak.

§ Eceng gondok

Eceng gondok merupakan limbah yang terdapat diperairan. Eceng gondok dapat dimanfaatkan untuk pembuatan barang kerajinan, seperti tas.

§ Sampah organik

Contoh sampah organic adalah daun-daunan dan kotoran ternak. Kedua jenis sampah itu dapa dimanfaatkan sebagai pupuk alami bagi pertumbuhan dan perkembangan anaman. Keuntunga pemakaian pupuk organic adalah tidak merusak kesuburan tanah.


C. Daur Ulang Limbah


Daur ulang adalah penggunaan kembali material atau barang yang sudah tidak digunakan untuk menjadi produk lain. Berfungsi untuk mengurangi jumlah sampah yang harus dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA), daur ulang bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan akan bahan baku suatu produk.

1. Langkah-Langkah Daur Ulang

Untuk memudahkan proses daur ulang, maka perlu disiapkan langkah-langkah yang sistematis. Berikut ini adalah beberapa langkah praktis untuk melakukan daur ulang sampah.

v Pemisahan

Pisahkan material yang dapat didaur ulang dengan sampah yang harus dibuang ke penimbunan sampah. Pastikan material sampah kosong dan akan lebih baik jika dalam keadaan bersih.

v Penyimpanan

Simpan marerial kering yang sudah dipisahkan tadi ke dalam kotak yang tertutup. Usahakan agar setiap kotak ertutup hanya berisi sau maerial tertentu, misalnya berupa kertas bekas atau botol bekas. Jika akan membuat kompos, timbunlah sampah rumah tangga tersebut pada lokasi pembuatan kompos.

v Pengiriman/penjualan

Barang-barang yang sudah terkumpul dapat dijual ke pabrik-pabrik yang membutuhkan material bekas sebagai bahan baku atau dijual ke pemulung.

3 Daur Biogeokimia

Daur biogeokimia adalah daur yang melibatkan senyawa kimia (senyawa anorganik) yang berpindah melalui organisme sebagai perantara dan kemudian senyawa ini kembali ke lingkungannya. Berfungsinya daur biogeokimia menentukan kelestarian makhluk hidup.

Daur biogeokimia yang akan dibahas meliputi daur nitrogen, daur zat karbon dan oksigen, daur belerang dan daur fosfor.

1. Daur Nitrogen

Nitrogen merupakan salah satu unsur pembentuk asam amino. Asam amino merupakan persenyawaan pembentuk molekul protein. Protein merupakan senyawa yang berguna sebagai penyusun tubuh, misalnya otot, daging, dan sebagai penggiat reaksi-reaksi metabolisme tubuh, misalnya enzim pencernaan untuk mencerna makanan.

Karena petir, nitrogen di udara bersenyawa dengan O2 membentuk nitrat (NO3). Tumbuhan menyerap nitrat dari tanah untuk dijadikan protein. Ketika tumbuhan dimakan konsumen, nitrogen pindah ke tubuh hewan. Urin, bangkai hewan, dan tumbuhan yang mati akan diuraikan oleh pengurai menjadi amonium dan amoniak. Bakteri nitrit Nitrosomonas mengubah amonium menjadi nitrit selanjutnya bakteri nitrat Nitrobacter akan mengubah nitrit menjadi nitrat. Peristiwa pengubahan amonium menjadi nitrat dan nitrit disebut sebagai nitrifikasi. Nitrat akan diserap lagi oleh tumbuhan.

Ada pla bakteri yang mampu mengubah nira atau nitrit menjadi nitrogen bebas di udara, yang disebut denitrifikasi.

Daur Karbon dan Oksigen

Unsur C diserap tumbuhan dalam bentuk CO2. tumbuhan tidak dapat menyerapnya dalam bentuk gula atau zat tepung. Sebaliknya, hewan hanya dapat memanfaatkan C dalam bentuk persenyawaan organic. Unsur c dan o selalu terlibat dalam proses respirasi dan fotosintesis, yaitu dalam bentuk CO2 dan O2. Oleh karena itu, membahas daur karbon pada dasarnya juga membahas daur oksigen.

Daur karon diawali penyerapan CO2 oleh tumbuhan dan dijadikan persenyawaan organic, seperti glukosa, melalui proses fotosintesis. Selanjutnya glukosa disusun menjadi amilum, kemudian amilum diuah menjadi senyawa gula yang lain, lemak, protein dan vitamin. Pada proses pernapasan tumbuhan, dihasilkan lagi CO2 dan O2. dengan demikian, daur karbon terpendek terjadi pada tumbuhan-lingkingan-tumbuhan. Demikian pula daur oksigen.

Hewan mendapatkan karbon setelah memakan tumbuhan. Tubuh hewan dan tumbuhan yang mati diuraikan menjadi karbondioksida, air dan mineral oleh pengurai. Demikian seterusnya daur karbon itu berlangsung. Daur karbon ini merupakan daur karbon terpajang yang berlangsung melalui tumuhan-hewan-pengurai-karbondioksida di udara-tumbuhan.

Daur hidrologi (air)

Air sangat penting artinya bagi makhluk hidupkarena air berfungsi sebaai pelarut kation dan anoin, pengaur suhu tubuh, pengatur tekanan osmotic sel, dan bahan baku untuk fotosinesis.

Air laut, danau dan sungai yang terkena cahaya matahari akan menguap. Tumbuhan da hewan juga mengeluarkan uap air. Uap air akan membumbung ke atmosfer dan berkumpul membentuk awan. Karena tiupan angina, awan akan bergerak menuju ke permukaan daratan. Pengaruh suhu yang rendah mengakibakan terjadinya kondensasi uap air menjadi titik-titik air hujan. Air hujan yang turun di permukaan bumi sebagian meresap ke dalam anah, sebagian dimanfaatkan tumbuhan dan hewan, sebagian yang lain mengalir ke permukaan tanah menjadi sungai-sungai, dan sebagian lagi menguap menjadi uap air yang akan turun kembali bersama air hujan.

Daur Fosfor

Fosfor merupakan bahan pembentuk tulang pada hewan. Semua makhluk hidup memerlukan fosfor karena digunakan sebagai pembentuk DNA, RNA, protein,energi (ATP) dan senyawa organk lainnya. Denga daur sebagai berikut.

Di dalam tanah terdapat fosfat anorganik yang dapat diserap tumbuhan. Hewan mendapatkan fosfor setelah memakan tumbuhan. Tumbuhan dan hewan yang mati, fses, dan urinnya akan terurai menjadi fosfat organic. Oleh bakteri, fosfat organic akan diubah menjadi fosfat anorganik yang dapat diserap tubuh.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar